Dampingi Panen Bawang, Legislator Partai Perindo Mesak Mbura Tegaskan Komitmen Sejahterakan Petani Kupang

Dampingi Panen Bawang, Legislator Partai Perindo Mesak Mbura Tegaskan Komitmen Sejahterakan Petani Kupang

Legislator Partai Perindo Mesak Mbura Tegaskan Komitmen Sejahterakan Petani Kupang

 Legislator Partai Perindo atau Partai Kita, Mesak Mbura, menunjukkan komitmennya sebagai wakil rakyat dengan terjun langsung mendampingi petani bawang yang sedang panen raya di Desa Oesao, Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kupang ini mencatat potensi besar sekaligus kendala serius yang dihadapi para petani. “Ketika saya datang, mereka sangat senang. Mereka menyampaikan kendala-kendala, terutama air bersih dan sumur bor,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (15/9/2025).

Mesak mengungkapkan, cukup dengan sumur bor kecil berbiaya Rp10 juta, mereka sudah bisa menghidupi lahannya dan hasilnya bisa berkali-kali lipat, sampai Rp20 juta–Rp30 juta.

Hati-hati! Ada Pekerjaan Perbaikan Besar-besaran di Tol Sedyatmo

Hati-hati! Ada Pekerjaan Perbaikan Besar-besaran di Tol Sedyatmo

Pengguna Jalan Tol Sedyatmo harus ekstra hati-hati selama melintas di Tol Sedyatmo/Foto Istimewa

Pengguna Jalan Tol Sedyatmo diimbau untuk ekstra hati-hati dan waspada selama melintas, karena akan ada pekerjaan Scrapping Filling Overlay (SFO) yang dilakukan mulai Minggu malam hingga Senin pagi.

Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Ginanjar Bekti R, menjelaskan bahwa pekerjaan perbaikan perkerasan jalan ini berlangsung sejak Minggu, 14 September 2025 pukul 21.00 WIB hingga Senin, 15 September 2025 pukul 08.00 WIB.

“Pekerjaan Scrapping Filling Overlay (SFO) dilakukan di ruas Jalan Tol Sedyatmo, tepatnya pada lajur arah Bandara Soekarno-Hatta, mulai dari Gerbang Tol Kamal 1 menuju Jalan Tol Lingkar Barat,” jelas Ginanjar kepada wartawan, Minggu (14/9/2025).

Akibat pekerjaan ini, lajur yang menjadi lokasi perbaikan tidak dapat dilintasi sementara waktu. Namun, lajur lainnya tetap dibuka guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Ginanjar juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses perbaikan berlangsung. Ia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan, mengatur waktu perjalanan, serta memastikan saldo kartu elektronik mencukupi agar perjalanan berjalan lancar.

“Mohon pengertian dan kerjasama dari semua pengguna jalan agar pekerjaan ini dapat berjalan lancar dan keselamatan tetap terjaga,” tutupnya.

Begini Kondisi Distrik Blok M Usai Viral Ditinggal Pedagang

Begini Kondisi Distrik Blok M Usai Viral Ditinggal Pedagang

Blok M, Jakarta Selatan

 Distrik Blok M dikabarkan ditinggal pedagang hingga viral di media sosial. Namun, saat ini terpantau Distrik Blok M cukup ramai oleh aktivitas para pedagang.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (13/9/2025) sore, kawasan Distrik Blok M terlihat cukup ramai oleh aktivitas, baik dari pedagang maupun pembeli, khususnya pembeli kuliner.

Terdapat sejumlah kios yang ramai oleh pembeli. Para pembeli tersebut rata-rata berasal dari kawasan Blok M yang melintasi Distrik Blok M menuju Terminal Blok M. Setidaknya ada lebih dari 10 kios yang membuka lapaknya, mulai dari kuliner, aksesori, tempat servis, hingga optik. 
Namun, memang masih terdapat lebih banyak kios yang tutup dibandingkan yang buka.

Terlihat deretan kios tutup, khususnya di bagian tengah hingga belakang dekat Terminal Blok M. Sementara itu, toko yang buka umumnya berada di bagian depan, tepat di pintu masuk Distrik Blok M atau Plaza 2 Mall Blok M.

Pengunjung Blok M menyayangkan sepinya pedagang di Distrik Blok M. Padahal, tempat tersebut menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk beristirahat sambil makan.

Kaitkan TNI dengan Demo Dinilai Sebagai Tuduhan Tidak Berdasar

Kaitkan TNI dengan Demo Dinilai Sebagai Tuduhan Tidak Berdasar

Kaitkan TNI dengan demo tuduhan tidak berdasar (Foto: Ist)

Aksi demonstrasi yang berujung rusuh pada akhir Agustus 2025 lalu menimbulkan beragam spekulasi liar. Di antaranya soal skenario darurat militer yang dianggap sebagai tuduhan yang tidak relevan dan berdasar.

Menurut aktivis pemuda nasional, Benny Ario Hasibuan, tudingan itu sengaja dibuat-buat hanya untuk memicu keresahan publik. Bahkan, merusak hubungan tentara dengan rakyat yang sudah berlangsung harmonis selama ini. 

“Itu hanya dibuat-buat saja. Situasi masih jauh dan tidak relevan untuk darurat militer,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).

Sejak era reformasi, ia melihat TNI justru terus melakukan transformasi menjadi profesional dan taat pada konstitusi. “Sejak era reformasi, TNI telah meneguhkan diri sebagai tentara profesional yang tunduk pada konstitusi dan menjunjung tinggi demokrasi. Tidak ada indikasi TNI ingin menciptakan darurat militer. Itu fitnah yang harus dihentikan,” tegasnya. 

Lagipula, tahapan untuk darurat militer untuk bukan hal yang mudah, mesti diputuskan presiden dalam keadaan luar biasa, seperti di Nepal. Sementara aksi unjuk rasa di Indonesia masih dalam situasi kondusif. 

Pria di Cilincing Hilang Usai Tercebur Sungai saat Operasikan Perahu Eretan

Pria di Cilincing Hilang Usai Tercebur Sungai saat Operasikan Perahu Eretan

Tim SAR saat mencari korban tenggelam (foto: dok ist)

Seorang pria berinisial SR (23) dilaporkan hilang setelah tercebur ke sungai di kawasan Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, saat hendak mengoperasikan perahu eretan.

“Kejadian orang tenggelam. Korban adalah petugas perahu eretan yang kondisinya sedang sakit,” kata Kasiops Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Utara, Gatot Sulaeman kepada wartawan, Kamis (11/9/2025).

Gatot menjelaskan, korban terjatuh sekitar pukul 12.30 WIB. Rekan-rekan korban sempat berusaha mencari sesaat setelah kejadian, namun tidak berhasil menemukan korban.

Wawan Purwanto: Negeri Kita, Kitalah yang Mengatur Jalannya Demokrasi

Wawan Purwanto: Negeri Kita, Kitalah yang Mengatur Jalannya Demokrasi

Pengamat Intelijen, Wawan Purwanto/Foto: iNews

Pengamat Intelijen, Wawan Purwanto, menegaskan bahwa Indonesia memiliki aturan sendiri dalam berdemokrasi dan semua pihak wajib menghormatinya. Hal itu ia sampaikan dalam dialog spesial Rakyat Bersuara bertajuk “Demo & Tudingan Makar, Siapa Bergerak?” yang ditayangkan iNews TV, Rabu (10/9).

“Dalam demokrasi ada tiga hal penting: kebebasan, kesetaraan, dan aturan. Orang boleh melakukan demonstrasi, itu konstitusional. Tapi tetap harus taat aturan. Misalnya, demo wajib selesai pukul 18.00. Kalau dilarang begitu saja, itu justru menyalahi konstitusi,” kata Wawan.

Menurutnya, demonstrasi yang berlangsung sejak pagi hingga sore beberapa waktu lalu masih dalam koridor. Namun setelah magrib, masih ada kelompok yang tetap bergerak. “Pertanyaannya, siapa mereka? Inilah yang perlu ditelisik lebih jauh. Polisi sedang menyelidiki, apakah benar ada unsur makar di situ,” jelasnya.

Wawan mengingatkan bahwa jika eskalasi aksi makin membesar dan tak terkendali, risiko yang muncul adalah kerusuhan. “Kalau kerusuhan makin luas, bahkan bisa mengarah ke upaya penurunan presiden. Itu sudah masuk kategori makar,” ujarnya.

Ia menambahkan, situasi sempat menimbulkan kekhawatiran penjarahan ke rumah pejabat, anggota DPR, hingga pusat-pusat ekonomi. Namun aparat keamanan berhasil meredam potensi itu. “Teman-teman dari etnis tertentu sempat khawatir dan menghubungi saya. Saya bilang, tetap tenang, semua masih under control. Aparat bekerja melindungi kepentingan publik yang lebih luas,” ungkapnya.

Polisi Bongkar Jaringan WN Tiongkok Curi Rp4,5 Miliar, Satu Orang Buron

Polisi Bongkar Jaringan WN Tiongkok Curi Rp4,5 Miliar, Satu Orang Buron

Polisi Bongkar Jaringan WN Tiongkok Pelaku Pencurian

Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap jaringan pencurian dengan pemberatan (curat), yang melibatkan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Kasus ini diungkap hasil kerja sama Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Jatiuwung.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari menjelaskan, kasus terjadi pada Senin (25/8/2025) pukul 15.00 WIB di sebuah rumah di wilayah Polsek Jatiuwung. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena pemilik sedang bekerja hingga larut malam.

“Pelaku berjumlah tiga orang. Dua masuk ke rumah dengan memanjat dan merusak pagar, sementara satu lainnya berjaga di luar,” ujar Jauhari, Selasa (9/9/2025).

Para pelaku menggasak uang tunai 60.000 dolar AS, logam mulia 860 gram (20 kalung, 15 gelang, 11 cincin), serta perhiasan berlian (sepasang anting, tiga gelang, satu kalung, tiga cincin). Total kerugian ditaksir mencapai Rp4,5 miliar.

KPK Jelaskan Skema Lelang Mobil Mercy Ridwan Kamil yang Masih Utang ke Ilham Habibie 

KPK Jelaskan Skema Lelang Mobil Mercy Ridwan Kamil yang Masih Utang ke Ilham Habibie 

KPK jelaskan skema lelang mobil Mercy Ridwan Kamil

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit mobil Mercedes-Benz (Mercy) milik mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) yang dibelinya dari Ilham Habibie, putra Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. Penyitaan mobil tersebut terkait kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB.

Namun, belakangan terungkap bahwa mobil tersebut belum lunas. Ilham membanderol mobil Mercy itu seharga Rp2,6 miliar, tetapi RK baru membayar Rp1,3 miliar.

Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK, Mungki Hadipratikto, menjelaskan barang rampasan hasil korupsi akan dilelang apabila perkara telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah). Sementara kasus BJB saat ini masih dalam proses penyidikan.

“Perkara BJB yang nilai asetnya Rp2,6 miliar, tapi baru dibayar Rp1,3 miliar. Masih ada Rp1,3 miliar lagi. Karena ini masih tahap penyidikan, saya tidak bisa berkomentar banyak. Tapi bisa jadi dengan skema seperti itu,” ujar Mungki di Rupbasan KPK, Cawang, Jakarta Timur, Senin (8/9/2025).

Meski begitu, kata Mungki, bila mobil tersebut nanti dilelang, hasil penjualannya akan dibagi secara adil. Sebanyak Rp1,3 miliar akan dikembalikan kepada Ilham Habibie, dan sisanya disetorkan ke kas negara.

Pelaku Mutilasi Lereng Gunung Welirang Ditangkap di Surabaya

Pelaku Mutilasi Lereng Gunung Welirang Ditangkap di Surabaya

Penangkapan pelaku mutilasi

Tim Resmob Polres Mojokerto berhasil menangkap seorang pria terduga pelaku mutilasi yang terjadi di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Penangkapan dilakukan pada Minggu (7/9) dini hari, di sebuah rumah kost kawasan Lidah Wetan, Surabaya.

Pelaku berinisial AV. Setelah penangkapan, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kamar kost dua lantai milik tersangka.

Sejumlah barang bukti turut diamankan oleh tim Inafis, antara lain bantal, guling, sapu lidi, serokan, serta bungkus plastik yang diduga terkait kasus. Beberapa barang tersebut ditemukan dengan bercak darah.

Menurut Ketua RT setempat, Heru Krisbiantoro, sekitar 11 anggota polisi dari Polres Mojokerto dan Polrestabes Surabaya hadir saat penangkapan. Selain membawa tersangka, polisi juga membawa barang bukti dari dalam kamar kost.

Kamar kost tersangka kini telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pelaku saat ini diamankan di Polres Mojokerto untuk proses hukum.

Kasus mutilasi ini masih dalam tahap penyelidikan, dan pihak kepolisian memastikan akan mengungkap motif di balik tindakan tersebut.

Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan di Tubuh Jasad Mr X Mengambang di Kalimalang

Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan di Tubuh Jasad Mr X Mengambang di Kalimalang

Jasad pria tanpa identitas atau Mr X membuat geger warga saat ditemukan mengambang di aliran Kalimalang

Jasad pria tanpa identitas atau Mr X membuat geger warga saat ditemukan mengambang di aliran Kalimalang, Jatinegara, Jakarta Timur pada Sabtu (6/9/2025) sore. Penemuan jasad itu sempat membuat warga sekitar dan pengendara penasaran serta menyebabkan lalu lintas sempat terganggu.

Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono menyebut hingga saat ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad Mr X tersebut.

“Sementara belum diketemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Samsono saat dikonfirmasi.

Ia belum dapat berbicara banyak terkait penemuan jasad Mr X di aliran Kalimalang. Menurutnya, saat ini pihaknya masih menyelidiki identitas korban.

“Iya, masih dalam lidik, belum diketahui identitasnya. Laki-laki tanpa identitas,” tegasnya.