Korupsi Chromebook Disinggung Anggota Komisi X DPR, Begini Respons Mendikdasmen

Korupsi Chromebook Disinggung Anggota Komisi X DPR, Begini Respons Mendikdasmen

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti enggan merespons kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang disorot dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR. Mu’ti menegaskan kasus tersebut sepenuhnya berada di tangan aparat penegak hukum.

“Kalau kasus Chromebook bukan ranah kami ya, itu ranah dari Kejaksaan Agung dan aparatur penegak hukum,” kata Mu’ti saat ditemui usai rapat yang digelar di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

“Jadi sebaiknya pertanyaan itu disampaikan saja kepada Pak Jaksa Agung,” ujarnya melanjutkan.

Dalam rapat, Anggota Komisi X DPR, Ferdiansyah menyinggung kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Kemendikbudristek tahun anggaran 2019-2022.

Ferdiansyah menilai bahwa kasus ini menjadi kontradiktif di tengah laporan adanya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan kepada kementerian ini pada tahun 2013-2024.

Sahdan Arya Maulana Kerap Diremehkan karena Jadi Ketua RT di Usia 19 Tahun

Sahdan Arya Maulana Kerap Diremehkan karena Jadi Ketua RT di Usia 19 Tahun

Sahdan Arya Maulana (19) dipercaya menjadi Ketua RT 07/RW 08, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara

Sahdan Arya Maulana (19) dipercaya menjadi Ketua RT 07/RW 08, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Sahdan mengaku banyak orang yang kerap meremehkan dirinya.

Banyak warga yang tidak percaya terhadap sosok-sosok generasi muda untuk memimpin. Sahdan mengaku tak ambil pusing soal pandangan itu.

Pernyataan itu dibuktikan saat dirinya mendapatkan keluhan dari warga soal akses jalan rusak. Tak pakai lama, Sahdan bersama Sekretaris RT, Vemmas Wahyu Rianto (20), dan Bendahara RT, Riski Saputra (21), langsung melakukan pengecoran.

“Awalnya sempat diremehkan, tapi setelah kami melakukan pengecoran mereka bangga,” kata Sahdan saat ditemui di kediamannya, Selasa (15/7/2025).

Video viral terkait pelaksanaan program itu lantas menjadi dorongan moral pribadi terhadapnya. Sahdan mengaku ingin berbuat lebih kepada masyarakat.

TPUA Kembali Serahkan 3 Video Bukti Baru Terkait Ijazah Jokowi

TPUA Kembali Serahkan 3 Video Bukti Baru Terkait Ijazah Jokowi

TPUA kembali serahkan 3 video bukti baru terkait ijazah Jokowi

Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) kembali mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta, Senin 14 Juli 2025. TPUA datang untuk memberikan tiga bukti baru terkait dugaan kasus ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mereka yang datang di antaranya, Wakil Ketua TPUA, Riza Fadilah, dan Anggota TPUA, Kurnia Tri Royani. Riza pun meminta penyidik Bareskrim Polri menindaklanjuti bukti-bukti baru tersebut.

“Nah ini maksudnya, pihak Bareskrim teliti, nama-nama sudah disebut sebagai petunjuk, teliti, selidiki, gitu,” kata Riza di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (14/7/2025).

Riza menjelaskan, tiga video yang dimaksud yakni, podcast Topi Merah dengan Refly Harun yang diunggah pada RH Channel. Dalam video itu, menurutnya, terdapat analisis yang menunjukkan ijazah Presiden ketujuh Indonesia Jokowi, tidak identik dan diduga palsu.

Kemudian, video podcast antara Darmawan Sepriyossa dengan mantan intel Badan Intelijen Negara (BIN) Kolonel (Purn.) Sri Radjasa Chandra yang diunggah ke channel YouTube Forum Keadilan TV. Menurutnya, video ini berkaitan dengan investigasi pembuatan ijazah palsu Jokowi pada 2012–2014.

Besok, Sekolah Rakyat Dimulai Serentak di 63 Titik

Besok, Sekolah Rakyat Dimulai Serentak di 63 Titik

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat berdialog dengan para orangtua dan siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, masa orientasi Sekolah Rakyat dimulai serentak di 63 titik, besok Senin 14 Juli 2025. Kemudian, 37 titik berikutnya menyusul pada akhir bulan.

“Ada 63 titik yang sudah siap, salah satunya di Sentra Abiyoso,” kata Gus Ipul di Sentra Abiyoso Cimahi, Jawa Barat, dikutip Minggu (13/7/2025).

Hal itu diungkapkan Gus Ipul saat berdialog dengan para orangtua dan siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi sekaligus untuk mengecek persiapan masa orientasi pada Senin, 14 Juli 2025.  Namun, ia tak merinci detail 63 titik lokasi Sekolah Rakyat tersebut

Ia memastikan kepala sekolah, guru, hingga siswa sudah siap. Hari ini, ia ingin berdialog agar semua pihak mengerti apa yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto terhadap Sekolah Rakyat.

“Ini gedung sementara hanya sampai satu tahun, setelah itu Presiden akan bangun di Kabupaten Cimahi gedung Sekolah Rakyat yang permanen,” katanya.

Gus Ipul meminta agar para siswa dan orangtua berdialog dengannya dari hati ke hati. Selain itu, ia meminta agar bicara apa adanya

“Kami datang ke sini untuk bicara dari hati ke hati. Karena ini penting. Kalau kita mulai dengan kejujuran, berikut akan enak dan lancar,” katanya.

Dukung Kedaulatan Pangan, Panglima TNI Bantu Kelompok Tani di Deli Serdang

Dukung Kedaulatan Pangan, Panglima TNI Bantu Kelompok Tani di Deli Serdang

Dukung Kedaulatan Pangan, Panglima TNI Bantu Kelompok Tani di Deli Serdang

 Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto menghadiri acara panen raya padi di lahan ketahanan pangan Kodam I/Bukit Barisan, di Desa Sidoarjo Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu, Jenderal Agus memberi bantuan kepada Kelompok Tani (Poktan) Kartika Kodam I/BB dan perwakilan kelompok tani lainnya yang berjumlah 16 Poktan berupa alat mesin pertanian (Alsintan), pupuk serta  benih padi.

Panglima TNI menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa 12 unit Alsintan terdiri dari 6 unit hand tractor dan 6 unit thresher (mesin perontok), 1.800 kg pupuk urea, 1.800 kg pupuk NPK serta 120 kg benih padi.

Saya berharap, bantuan-bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian khususnya padi pada lahan ketahanan pangan Kodam I/BB di Desa Sidoarjo Ramunia ini,”ujar Agus, Sabtu (12/7/2025).

Dikatakan Agus, dari luasan 80 hektar lahan yang ditanami padi, berhasil dipanen sekitar kurang lebih 500 ton beras.

“Hasil ini kami peroleh dari varietas Ciherang Hijau yang mampu menghasilkan 6 hingga 7 ton per hektar,”ujarnya.

MPR dan MA Sepakat Penegakan Hukum Berpihak pada HAM dan Mediasi

MPR dan MA Sepakat Penegakan Hukum Berpihak pada HAM dan Mediasi

Pimpinan MPR usah bertemu dengan Mahkamah

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) kunjungan ke Mahkamah Agung (MA) pada Jumat (11/7/2025) sore. Kedua lembaga sepakat dua hal terkait konstruksi hukum ke depan.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan, kesepakatan yang terjadi adalah penegakan hukum tetap berpihak pada hak asasi manusia (HAM). Dasarnya, untuk menghadirkan rasa adil bagi masyarakat yang berhadapan dengan hukum.

“Kedua, penyelesaian persoalan hukum diupayakan dengan jalan mediasi,” tutur Muzani usai pertemuan di Gedung MA, Jakarta Pusat.

Mediasi merupakan suatu langkah yang bisa dijalankan dalam sistem hukum di Indonesia. Sayangnya, mediasi tidak banyak dipilih sebagai penyelesaian kasus hukum.

“Jika ini didorong sebagai sebuah cara penyelesaian persoalan hukum, maka beban hukum baik di MA termasuk problem yang diakibatkan dari sengketa hukum bisa direda. Itulah beberapa hal yang kami bicarakan hari ini,” ucap Muzani.

Pertemuan ini merupakan kunjungan balasan pimpinan MA ke MPR RI beberapa waktu lalu. “Waktu yang cocok baik kami ataupun beliau adalah hari ini, tanggal 11 Juli 2025, hari Jumat,” kata Muzani.

“Kami bisa diterima berdiskusi makan siang. Alhamdulillah tadi kami sama-sama berdiskusi tentang berbagai macam persoalan termasuk persoalan hukum,” pungkasnya.

Hasto: Satu-satunya yang Bisa Mengaitkan Saya Adalah Rekayasa Hukum

Hasto: Satu-satunya yang Bisa Mengaitkan Saya Adalah Rekayasa Hukum

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menilai tuntutan JPU tidak adil

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menilai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas dirinya dalam perkara suap dan perintangan penyidikan tidak adil. Keberatan itu disampaikannya pada sidang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi.

“Terhadap tuntutan 7 (tujuh) tahun penjara dan denda Rp600.000.000 (enam ratus juta rupiah), sungguh terasa sangat tidak adil,” kata Hasto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025).

Hasto menilai, penegakan hukum seperti ini merupakan bentuk penjajahan baru lantaran adanya campur tangan kekuasaan. Perintangan penyidikan yang didakwakan tak pernah terbukti justru beban pidananya melebihi persoalan pokok pidananya.

“Bagaimana mungkin terhadap tindakan Obstruction of Justice yang tidak terbukti, beban pidananya melebihi persoalan pokok pidana berupa delik penyuapan, setelah melalui 3 (tiga) kali persidangan, tidak cukup alat bukti terhadap perbuatan pidana yang terdakwa lakukan,” tutur dia.

Hasto juga menyebut dirinya tidak memiliki motif melakukan tindak pidana yang didakwakan. Tidak keuntungan yang didapatkan dirinya setelah terseret dalam kasus ini.

“Keuntungan apa yang diperoleh terdakwa dengan memberikan dana talangan Rp400 juta kepada Harun Masiku? Sementara ketika terdakwa diundang Harun Masiku ke Tana Toraja dan undangan Natalan pun, Terdakwa tidak mau menghadirinya,” jelas Hasto.

Gempa M4,7 Guncang Maluku Tenggara Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M4,7 Guncang Maluku Tenggara Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Ilustrasi gempa

 Gempa berkekuatan Magnitudo 4,7 mengguncang Maluku Tenggara Barat, Maluku, Rabu 9 Juli 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

“Gempa Mag: 4.7, 09-Jul-2025 16:37:54 WIB,” ungkap BMKG dalam keterangan resminya.

Pusat gempa berada pada 197 km barat laut Maluku Tenggara Barat dengan koordinat 6,63 Lintang Selatan – 130,14 Bujur Timur. “Kedalaman: 170 km,” imbuhnya. 

BMKG mengatakan, informasi ini mengutamakan kecepatan. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai dampak gempa.

“Hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,”  tuturnya.

Polisi Selidiki Kematian Diduga Diplomat Kemlu di Kamar Kos Menteng

Polisi Selidiki Kematian Diduga Diplomat Kemlu di Kamar Kos Menteng

Ilustrasi mayat

Pria diduga diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan, ditemukan tewas di kamar kos kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kondisi jasadnya mengenaskan dengan kepala terlilit lakban.

Kapolsek Metro Menteng Kompol Rezha Rahandhi mengungkapkan, jasad Arya Daru sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk keperluan autopsi, jika memang diperlukan. Proses tersebut dilakukan guna memastikan penyebab kematian korban.

“Iya, tapi kan belum tentu itu pembunuhan. Kita masih selidiki, kita juga sudah kirim jasad korban itu ke RSCM,” kata Rezha, Selasa (8/7/2025).Juga:

Pihak kepolisian maupun rumah sakit juga masih berkoordinasi dengan keluarga korban untuk kepentingan autopsi. Sementara dari hasil penyelidikan awal, polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan.

“Tidak ada juga barang yang hilang,” imbuhnya.

WNA Pencuri Uang di Restoran Cilandak Diburu Petugas Imigrasi dan Polisi

WNA Pencuri Uang di Restoran Cilandak Diburu Petugas Imigrasi dan Polisi

WNA Pencuri Uang di Restoran Cilandak Diburu Petugas Imigrasi dan Polisi

Warga Negara Asing (WNA) dan keluarganya mencuri di restoran di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, jadi viral di media sosial. Saat ini, petugas imigrasi dan kepolisian tengah menelusuri identitas WNA tersebut.

“Terkait berita WNA yang viral, untuk saat ini dari pihak Imigrasi Jakarta Selatan masih melacak dan menyelidiki dengan sistem keimigrasian. Apabila nanti ada masyarakat yang mengetahui keberadaan WNA tersebut, bisa langsung lapor ke Imigrasi,” ujar Humas Imigrasi Jakarta Selatan, Ardo, Senin (7/7/2025).

Jika ada masyarakat yang melihat WNA tersebut, ia mengimbau untuk melaporkannya ke pihak imigrasi. Saat ini, pihaknya tengah menelusuri identitas WNA tersebut berdasarkan sistem

Sementara itu, Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menambahkan bahwa polisi telah menerima aduan dari korban yang viral di media sosial tersebut. Saat ini, polisi juga tengah mendalami dugaan kasus pencurian itu, khususnya menelusuri identitas WNA.

“Korban sudah melapor terkait hilangnya sejumlah uang dari dalam laci, dengan pelaku diduga WNA. Saat ini masih didalami,” tuturnya.

Adapun peristiwa dugaan pencurian yang dilakukan WNA dan keluarganya itu viral di media sosial. Mereka melakukan aksinya dengan berpura-pura menukar uang

Sejumlah WNA mengerubungi kasir restoran di Cilandak tersebut untuk menutupi pandangan, sedangkan WNA lainnya merogoh laci kasir dan mengambil uang, hingga akhirnya mereka meninggalkan lokasi.